Memasuki Relung Hati Para Pelaku Bisnis
January 30th, 2010 |
(oleh Arbono Lasmahadi)
Muhamad Yunus, seorang Doktor Ekonomi lulusan Amerika Serikat. Pada awalnya dia sangat antusias untuk mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan kepada para mahasiswanya. Belakangan dia merasa bahwa hal-hal yang diajarkannya ternyata hanyalah rekaan semata yang tidak memberikan makna kepada kehidupan manusia. Di sekeliling kampus tempatnya mengajar, dia menemukan banyak orang-rang miskin yang sedang menantikan kematiannya, dan dia menganggap ilmu ekonomi yang ia ajarkan tidak dapat membantu mereka, kaum papa.
Puncak dari perubahan hidupnya terjadi, saat dia bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu. Setelah berdiskusi panjang dengan pembuat bangku tersebut, dia menemukan bahwa sang wanita itu hanya memperoleh keuntungan 2 penny Dolar Amerika untuk hasil kerja kerasnya dan untuk sebuah bangku bambu yang cantik. Bagaimana mungkin hal ini terjadi?
Wanita itu kemudian menjelaskan kepadanya bahwa keuntungan yang kecil ini terjadi karena dia tidak mempunyai cukup modal untuk membeli bambu, untuk membuat bangku. Akibatnya dia harus membelinya dari seorang pedagang. Pedagang inilah yang kemudian membuat aturan bahwa wanita itu harus menjual hasil karyanya kepada pedagang itu, dengan harga yang ditentukan oleh pedagang tersebut. Peristiwa itulah yang telah mengusik hati nuraninya dan mendorong dirinya pada akhirnya untuk membangun sebuah bank yang khusus membantu dan melalayani kaum papa di Bangladesh.
Lewat perjuangan panjang dan tidak kenal lelah, Karena adanya keengganan dari bank bank swasta yang ada untuk membantu, Muhamad Yunus akhirnya berhasil mendirikan Grameen Bank di Bangladesh,berkat bantuan dari Pemerintah Bangladesh. Sebuah bank yang hidup dan berkembang dengan cara memberikan pinjaman uang kepada orang-orang miskin yang hidup di desa-desa di Bangladesh. Grameen Bank,sekarang telah berkembang pesat dan beroperasi di 46.000 desa di Bangladesh, dan mempunyai 1.267 kantor cabang dan 12.000 karyawan.
Bank ini telah mampu menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari 4.5 milyar Dolar Amerika, dalam bentuk pinjaman yang besarnya antara lain sekitar 12-15 Dolar Amerika, dengan rata-rata pinjaman 200 Dolar Amerika. Bank ini bahkan telah mampu memberikan pinjaman kepada para pengemis agar tidak lagi mengemis, dan untuk mulai berupaya berdagang, sebagai mata pencahariannya.
Kondisi yang mirip terjadi pada Mats Lederhausen, seorang profesional muda yang meraih puncak karir pada usia 30-an. Chief Executive sebuah perusahaan cepat saji dunia McDonald yang mempunyai cabang di Swedia ini pernah mengalami dilema karir. Mats tidak bahagia dengan kendati keluarganya harmonis dan berkelimpahan uang .
Ia gamang dengan pekerjaan yang ditekuninya dan ingin hidupnya menjadi lebih bermakna dengan berupaya secara aktif untuk terlibat dalam kegiatan perbaikan lingkungan. Hal itu secara nyata belumlah dilakukan dengan baik oleh perusahaan tempatnya bekerja. Hingga ia merasa bahwa kerja kerasnya selama 13 jam sehari, tidak memberikannya arti bagi kehidupannya, karena dia tidak mengabdikan dirinya pada hal-hal yang sangat dia pentingkan.
Kondisi ini yang membuat Mats mengambil keputusan untuk membuat surat kepada pimpinan perusahaannya di Amerika Serikat, yang berisi keprihatinannya atas ketidak-pedulian perusahaan atas permasalahan lingkungan hidup. Kejutan terjadi, karena Mats ternyata diundang untuk mempresentasikan gagasannya di kantor pusat di Chicago, dan kemudian diangkat menjadi Vice President Strategy , yang bertanggung jawab untuk membantu perusahaan dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kepedulian sosial.
Peristiwa yang terjadi pada baik pada Mats Lederhausen dan Muhamad Yunus menggambarkan apa yang disebut sebagai adanya Kecerdasan Spiritual pada diri mereka. Kecerdasan spiritual adalah, sebuah kecerdasan yang memberikan kesadaran bahwa hidup mempunyai dimensi yang lebih dalam ketimbang sekedar menghabiskan waktu untuk memupuk modal material. (Zohar & Marshall, 2004). Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya The 8th Habit – From Effectiveness to Greatness (2004), Kecerdasan Spiritual adalah pusat dan dasar dari semua kecerdasan yang ada (Fisik, Mental, dan Emosional), karena menjadi sumber petunjuk bagi ketiga kecerdasan tersebut.
Kecerdasan spiritual mewakili dorongan kita untuk memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkan kita dengan Sesuatu yang Maha tanpa batas atau Maha tak terhingga. Ia juga dapat membantu kita untuk melihat prinsip-prinsip kebenaran yang juga merupakan bagian dari hati nurani kita. Dalam bukunya SQ : Connecting with Our Spiritual Intelligence, Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan “Tidak seperti halnya IQ (Kecerdasan Intelektual) , yang dimiliki oleh komputer, dan EQ (Kecerdasan Emosi) yang dimiliki oleh mamalia tingkat tinggi, SQ (Kecerdasan Spiritual) secara unik hanya ada pada manusia, dan menjadi dasar yang paling penting bagi ketiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual menghubungkan kebutuhan manusia untuk memperoleh makna dalam kehidupannya , sebuah isu yang sangat berkaitan dengan bagian depan dari otak manusia….. .”
Kecerdasan spiritual, saat inipun telah memasuki relung-relung dunia bisnis, dengan semakin berkembangnya spiritualisme di kalangan para pimpinan puncak perusahaan-perusaha an besar di dunia. Sebagai buktinya adalah kisah-kisah berikut
A. Soichiro Honda (pendiri Honda)
Soichiro Honda adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa Honda, yang memimpin 43 perusahaan yang berada di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah yang sederhana. Satu-satunya hobi yang amat disukainya adalah melukis di atas kain sutera. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusahan sendiri dan hidup mandiri.
B. Kyoto Ceramics
Perusahaan besar yang bergerak di bidang semi-konduktor yang mampu mencapai omzet 400 juta Dolar Amerika dalam setahun. Keuntungan bersihnya setelah dipotong pajak adalah 12 %. Cara hidup pemimpinnya adalah amat sederhana, yaitu ” memandang rendah kemewahan”.
C. Konosuke Matsushita
Konosuke Matshushita adalah pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita. Selain sebagai enterpreneur, beliau adalah juga seorang pendidik dan filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Di akhir hayatnya, dia menyumbang 291 juta Dolar Amerika dari saku pribadinya dan 99 juta Dolar Amerika dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia meninggal pada usia 94 tahun. Semboyan bisnisnya adalah ” Life isn’t only for bread” atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.
D. Forum Diskusi Kepemimpinan – Harvard Business School Pada tanggal 11-12 APRIL, 2002, Diadakan pertemuan para pimpinan puncak perusahaan internasional dari berbagai jenis perusahaan yang membahas topik ” Does Spritiuality Drive Success ?” Mereka membahas nilai-nilai spiritual yang mampu membantu mereka menjadi “powerful leaders”. Pada akhir diskusi, mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal, yaitu :
1. Integritas dan kejujuran
2. Energi atau semangat
3. Inspirasi atau ide dan inisiatif
4. Wisdom atau kebijaksanaan
5. Keberanian dalam mengambil keputusan.
Semua sepakat dan setuju bahwa spiritualisme tebukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader.
E. Bill Gates
Bill Gates menyerahkan +/- 40 % pendapatannya untuk PBB. Dia lebih suka berbicara tentang kepeduliannya terhadap kemanusiaan, ketimbang berbicara tentang penghasilan dan keberhasilannya.
F. Herman Arif – Vice President Sebuah perusahaan besar Ia sangat peduli kepada nasib anak yatim piatu. Ia membelikan susu untuk anak-anak para korban banjir, dan memasukkan anak korban banjir yang sakit di Rumah Sakit Pondok Indah, pada kelas VIP.
G. Rahmat (bukan nama sebenarnya)
Rahmat adalah pemilik properti raksasa di bilangan Pondok Indah. Nilai-nilai positif yang berusaha diterapkan di perusahaan miliknya terbilang unik. Ia sangat memperdulikan nasib seluruh karyawannya dan nasib fakir miskin yang senantiasa dia santuninya. Sikap disiplinnya yang sangat tinggi begitu terpancar dari caranya mengelola perusahaan, disamping sikapnya yang lain yang senantiansa memegang teguh kepercayaan. Ketiga sikap tadi, seperti peduli sosial, cinta kepada karyawan, dan disiplin tinggi, telah menjadikan grup usahanya mampu meraih sukses, walaupun dunia usaha sedang dilanda krisis. Sikap ini telah mengantarkannya pada garis orbit spiritual.
Kalau kita perhatikan pada kisah-kisah di atas, maka baik Soichiro Honda, Matsushita, Bill Gates, Rahmat maupun Herman Arief sebenarnya adalah para pelaku bisnis. Namun nampaknya semua perhitungan bisnis, perilaku usaha, serta sikap pofesionalismenya hanya tertuju pada nilai-nilai spiritual.
Nilai-nilai ini mungkin tidak mereka sadari, seperti kesederhanaan, kasih sayang yang tulus,kejujuran, kepedulian, kebersamaan , dan kesetiaan. Mereka memaknai nilai-nilai kehidupan bukan pada materi atau jumlah uang yang berhasil mereka kumpulkan, justru pada pencapaian nilai-nilai spiritual.
Pada tahun 1990 Michael Persinger seorang ahli saraf telah berhasil membuktikan tentang eksistensi God Spot pada otak manusia . Hal ini kemudian diperkuat lagi oleh V.S. Ramachandran dam timnya dari California University pada tahun 1996, yang menyatakan bahwa God Spot atau pusat spiritual ini sudah “built in” pada otak manusia. Pada era tahun 1996, seorang ahli saraf Austria Wolf Singer menunjukkan bahwa pada dalam otak manusia ada proses saraf yang mempersatukan dan memberi makna pada pengalaman hidup kita.
Jaringan saraf tersebut mengikat pengalaman berharga kita, dan mendorong kita untuk hidup lebih bermakna. Temuan ini disebut sebagai The Binding Problem. Dan memang pada kenyataannya , banyak diantara para pengusaha dan profesional , justru merasa hidupnya lebih bermakna, ketika sedang memberi dengan penuh kasih sayang; ketika bersikap peduli pada sesama; berlaku jujur pada orang lain dll; dan melakukan semuanya itu bukan karena uang, nama, atau jabatan.
Perasaan lebih bermakna seperti tersebut di dalam cuplikan cerita di atas pada dasarnya adalah kebahagiaan spiritual. Menurut Ary Ginanjar Agustian, pada dasarnya ada 4 macam kebahagiaan yang dirasakan manusia, yaitu :
1. Kebahagian Material adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh materi yang diinginkannya; misalnya uang, mobil, rumah, pakaian, dan sebagainya
2. Kebahagiaan Intelektual adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh tingkat ketrampilan atau pengetahuan tertentu yang ia cita-citakan; misalnya memperoleh gelar Sarjana, Master, Doktor, dan sebagainya
3. Kebahagian Emosional adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat memperoleh pengakuan atau penghargaan atas upaya yang dilakukannya; misalnya memperoleh penghargaan sebagai karyawan terbaik, memperoleh penghargaan sebagai karyawan berprestasi terbaik, hasil kreasinya diakui oleh banyak orang, dan sebagainya.
4.Kebahagian Spiritual adalah kebahagiaan yang dirasakan seseorang saat ia dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membutuhkan; seperti memberi materi, kasih sayang, perhatian, kepeduliaan dan sebagainya.
Dari penjelasan di atas terlihat perbedaan yang paling mendasar antara kebahagiaan spiritual dan 3 kebahagiaan lainnya (materi,intelektual dan emosional) adalah pada memberi dan menerima. Kebahagiaan Spiritual diperoleh saat kita memberi kepada orang lain,sedang 3 kebahagiaan lainnya akan diperoleh saat kita menerima sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan.
Demikianlah sekelumit tulisan pendek mengenai kecerdasan spiritual yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga dapat menjadi bahan referensi yang berharga bagi kita semua (Arl)
Posted in Inspiring Story, Life, Motivation in Bahasa Indonesia by | 1 Comment »
Leadership And Problem Solving
September 3rd, 2009 |
Today’s article is brought to you by Wealthy Affiliate Platinum. Wealthy Affiliate Platinum is launching at the end of September 2009 and will be the world’s premiere Internet marketing training facility. If you want to succeed online, then you need Wealthy Affiliate Platinum.
Wealthy Affiliate Platinum
Leadership and Problem Solving
Everyday we as leaders are faced with problems and are expected to handle them quickly and efficiently. There are some that think problems will go away with time but that is rarely the case. There is an old saying,” Problems only get worse with time.” My experiences agree with this saying, time only allows problems to get larger.
We have minor problems that we can resolve immediately as they are very simple and we have resolved similar ones in the past. Experience is a great tool, but we also face problems we have never encountered before.
The first thing you must consider when handling a problem you haven’t experienced previously is to get the facts. If you don’t understand what the problem is then obviously you can’t make a rational decision. Once you have the facts and you feel comfortable making a decision then do it and move on.
There is also the possibility that you have the facts but you don’t feel comfortable making a decision. Then don’t make a poor decision, ask for help. Where do you get this help from is a decision you have to make and hopefully you have a circle of trusted professionals like yourself to confide in. There is no one that has the answer to every problem but if you have a circle of professional friends then collectively you can obtain advice and then make a logical decision.
I have worked with leadership that refused to take advice from anyone as they felt belittled by asking someone else to help them. I would much rather ask for help solving a problem if needed, making a wise decision rather than letting my ego get in the way and make a poor decision that may have a major effect on my job and team.
Ron Kirby, the author of this article, is a world traveled educational and motivational speaker that has over 37 years of Leadership experiences in Corporate America and the Marine Corps. His passion is speaking on Leadership concerning Business Growth, Personal Development, Innovation, and Educational Experiences. Sergeant Major Kirby served 32 years in the United States Marine Corps deploying to over 40 countries and having the privilege of providing Leadership training in a myriad of cultures. Ron takes great pride in the fact he has contributed to the Leadership and promotion success for countless individuals during both his military and corporate career. Invite Ron to make your next event a smashing success! Contact him by phone at (843) 304-6111 or by email at RBKSR51@HOTMAIL.COM. Read more about his background at http://www.egSebastian.com/RonK
Wealthy Affiliate Platinum hopes you enjoyed reading this article today. If you are interested in online marketing and affiliate marketing, then you need to see what Wealthy Affiliate Platinum can do for you! Wealthy Affiliate Platinum Review
What is Wealthy Affiliate Platinum? Well, If you are a hands on learner who likes to learn by interacting with people, online tools, resources, guides, and tutorials, the Wealthy Affiliate University is a great place to learn how to earn money online. The Wealthy Affiliate University offers a wide array of tools, step by step instruction and personal coaching for members.
The benefits of joining Wealthy Affiliate are endless as members are earning HUGE profits across the board. In recent news, the Wealthy Affiliate university has helped a beginner, with no previous experience earn a consistent $59,000.00 per month after being a member for less than 1 year. If you have struggled in the past, or are a beginner wanting to start earning money online Wealthy Affiliate is the place to be.
What is Wealthy Affiliate Platinum
Posted in Life by Life Guru | No Comments »
Exceedingly Trivial Actions Modifications To Super Boosting Your Genius IQ Flawlessness!
August 30th, 2009 |
There are several undemanding behavioural and existence modifications you can make to appreciate your genius iq. These will aide to construct a differentiation to your IQ and mind ability awfully hastily. Underneath you will earn a list of 17 instructions:
Better reading place? Just go here–>>the average score
1. Practise appropriately breathing.
Mouthful of air is an easy way to cool down your brain and makes you more clear and alert. Also, the deeper the breaths you take, the more that rich supplies of oxygen can feed the mind and still be it besieged optimally. The best way to breath is to breath in all the way through your nose in a deep breath, drawing the air deeper into your lungs until it fills. Breathing out through whichever your nose or mouth is all right.
2. Meditate.
Everybody has heard of this one, but very few of us practise it. By turn over in your mind, i basically imply simple mind callisthenics that can keep your mind calm. A undemanding meditation you can do ideally now is concluding your eyes and paying off attention to your breath. When your intellect starts to wander, only bring your concentration going back to your breath. Five or ten minutes of right now will usually relax you, and make you more ready for any rational tasks. Meditation helps to calm the intellect, allowing it be remain paying attention and attentive.
3. Keep a good bearing
Your position causes major changes in your thinking procedure. Prove it to yourself ideal now: try doing some math in your head while slouching, seem to be at the bottom and letting your mouth hang open! Now do it again, but sitting up, mouth closed and upcoming across as forward. The adjustment is clearly noticeable. So your objective should regularly be to keep a good pose because you are making the top use of your mentality this way. A pose adjust alone can make a difference of 5-10 points on an IQ test.
4. Use your spare time.
In further words, be disciplined with your time, due to the fact that discipline in itself is the foundation for rational efficiency. When you choose to become disciplined, your brain will be properly related in both actions and behavior to act efficiently, meaning an increase in concentration, focus, direction and rational speed.
5. Keep yourself motivated and ready.
When you are always motivated to do something, your intellect will make the habit of always being “ready” for any cerebral problem you within at it. This causes that the brain becomes a greater number of competent, in that the neurons are on standby and constantly re-wiring themselves to be able to be used in the a huge number of competent manner.
6. Do specific usual exercise.
Sticking to a standard exercise routine is a great way to boost your brainpower. It performs this as exercise promotes augmented blood flow to the mind, allowing it to acceptably come up with the nutrients and oxygen required for optimal and increasing functions. Cognitive function can be improved with as tiny bit as 10 minutes of hard exercise per day, aside from all the awesome health benefits created. Finally, it is an uncomplicated and lazy way to increase your cerebral power, without the necessary surface-effects of boredom which exists with cerebral movements.
7. Do something you enjoy keenly.
Fervor is the ultimate tool to get your brain into “the zone”. Whilst in this state, you can very easily find intuition, creativity sparks and super productivity. This all happens because the mentality is in its many optimal state to allow this to happen. It is in a state in that the more effort and input you place into a situation, the greater the fervor and worth of “the zone” which results. It is therefore a mutually advantageous trouble in every single way to be in the zone.
Tired reading here? Just visit intelligence quotient
8. Always come across on the brilliant elevation of life.
A very high way to look on the bright side is over laughter and humor. The release of endorphins caused by laughter goes down uneasiness levels, which is healthy for for a while go mind health and in addition stimulates the creation of neurons.
9. Always maintain to learn new things.
Doing new things and becoming practicable at those Times will arouse the mind and cause able to be gauged fluctuations in the residential structure of it. New connections are made and new mind cells are grown. Intellectual play, as well as any toying the current involves hand-eye coordination stimulates the mind to higher levels of efficiency.
10. Sing.
When you are only in your car, try singing on something you are working on. This movements your finest brain. Have you ever noticed how its more effortless to rhyme when you sing than when you just speak or write? This is because the right mind is even greater at pattern recognition. By doing this brain exercise regularly you can train yourself to tap into the power of the right brain. This plans to construct you a more successful problem-solver.
11. Model news.
Find news that are creative, intelligent, or very productive. Do what they do, and be in accord what properties think. This is a key principle of neuro-linguistic programming. However, its necessary that you pay attention to what they do more than what they say, while thriving people generally are not aware of what properties are doing to build positive results.
12. Become self aware.
All energy lies in appreciating yourself. When you do this, you is planning to be in the top condition to judge the better courses of action to take moving forward. Also, you should always monitor your thought development, in terms of the biased beliefs you project and assumptions etc. This will allow you to commence the clearest and purest thought patterns, as well as opening the doors to the subconscious cerebral powers which are unseen.
13. Become fascinated in life and show a genuine interest.
Showing a genuine interest in life will allow you to live in the instant and act autonomously of the negative programming of the past. This allows for real creativity, inspiration and aptitude to come to you.
14. Get educated.
Education in any area will be able to make the mind stronger. All the way through education, we can learn the mysteries of the brain and how to increase it.
15. Avoid arguments.
When you defend a position too vigorously, actually when it is merely to “win” the argument, you invest your ego into it. When you do this, you cut off any cerebral link you have with the subconscious. This means you will experience a decrease in intuition, creativity, thoughtfulness and motivation, cleanly all the way through using the character. Debate can be a valuable thing, but when the ego takes over, the brains closes the door to much greater cerebral powers.
16. Avoid too much stress.
Stress causes mind damage all the way through spikes in adverse chemicals. It will also burn the rest of the person so learn to keep on relaxed at all times. Deep breaths are an trouble-free way to do this.
17. Make an effort to form new habits.
Forming new habits takes approximately 30-90 days. This means the present when you construct your rules for a bigger IQ, make insured you have a plan in place to use the techniques and strategies we educate. You can use many of the tremendously basic mind boosters given here and get results over time, but it is with creating new routine that will expand the ability of you to consolidate your new and higher IQ.
Bottom Line
Implementing New of these steps will effort wonders on your rational faculties, even though the modifications are outstandingly basic. There are many things which we do, but we do not utterly comprehend their power until we change the situation. Therefore, taking the steps to advance ourselves all the way through these straightforward behavior modifications will go a long way to establishing positive practice going forward.
More Genius Iq things that need to be read! Just visit genius percentile
Posted in Life by Life Guru | No Comments »
4 Kisah Yang Mengharukan….
July 29th, 2009 |
Disaat ibumu tidur, cuba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya..tangannya tak dapat hapuskan airmata mu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan..bayangkan ibumu sudah tiada..apakah kamu cukup membahagiakannya..apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…
______________________________________________________________________________
Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.
Nak…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “ ‘NDAK MAU “ tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku. Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya.
Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya….. Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya nak….., kalau nanti…… , ketika semua manusia dikumpulkan dihadapanNya di padang mahsyar, kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku ikhlas, aku rela dan aku ridho, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap…… aku ingin melihatmu disaat itu engkau berada dalam pelukanNya dekat sekali dengan Kasih dan CintaNya.
Bangga aku, aku bangga, karena itulah bukti bahwa engkau yang dititipkan kepadaku telah dapat pula aku kembalikan kepada PemilikNya
_________________________________________________________________________________
Bagi kehidupan ini sendiri, manakah yang lebih penting dicari terlebih dahulu: cari uang atau kawan? Banyak orang berpendapat yang lebih penting itu cari uang. Sebab kalau banyak uang, maka kawan pun akan datang dengan sendirinya. Benarkah?
Tetapi seorang sahabat tidak sependapat. Ia protes keras. Menurutnya, kalau orang mencari uang terlebih dahulu dan kalau berhasil, maka selama ia banyak uang ia akan mampu membeli banyak makanan. Dengan banyak makanan, ia dapat menjamu banyak orang. Semua senang dengan jamuan makan. Semua orang senang berkawan dengan orang yang banyak uang. Tetapi ingat bahwa ada pula pepatah mengatakan, “Banyak uang, kau abangku nan tersayang. Tak punya uang, abang ‘kan kutendang”.
Kocap carita ada seorang pengusaha yang lumayan sukses, untuk ukuran kota kecil tentunya. Usahanya maju dan ia juga senang makan dan senang menjamu orang. Maka setiap sore banyak kawan bertandang. Makan sampai kenyang, minum sampai teler. Baik kawan, relasi dagang, maupun… biasalah mereka yang dari instansi yang terkait dengan bidang usahanya.
Suatu saat ia mengalami krisis manajemen sehingga cash flow menjadi kacau dan tekor berat. Para kreditor pun mulai unjuk gigi. Maka hidup tidak lagi seindah semula seperti saat ia masih berjaya. Undangan makan otomatis semakin jarang. Maka kawan pun satu per satu menghilang. Setelah tua terpaksa hidup merana tanpa kawan bertandang.
Maka kesimpulan sama seperti sahabat tadi. Dalam hidup ini carilah dahulu kawan sebanyak-banyaknya. Banyak uang tentu merupakan suatu bonus. Maka kawan-kawan pun dapat juga menikmati cipratan bonus tersebut. Sahabat sejati tidak tergantung kepada tebal tipisnya isi kantong. Ada banyak makan banyak, ada sedikit makan sedikit. “Mangan ora mangan sing penting kumpul”, kata mas Kimpul van Gunung Kidul.
Pada masa usia tua, rumah pasti semakin sepi. Apa lagi kalau anak hanya do-re-mi. Kebanyakan orang hanya tinggal berdua dengan pasangan hidupnya. Belum lagi kalau ada cucu. Sebentar mengurus cucu anak yang ini. Di lain waktu mengurus cucu anak yang lainnya. Ya kalau anaknya hanya dua. Bagaimana kalau anaknya sampai berjumlah empat atau lima?
Ada kenalan yang setengah tahun tinggal di Singapura dan setengah tahunnya lagi giliran tinggal di Jakarta. Kawan yang lain bolak-balik terus Jakarta-Sidney. Mau bagaimana lagi? Suaminya pernah bekerja dengan ekspatriate di sana. Makan hati, katanya. Merasa kian tidak betah, akhirnya ia memaksa diri kembali ke Jakarta. Kemudian ia pun bekerja pada suatu perusahaan otomotif terkemuka. Sedangkan kedua anaknya tidak ada yang mau tinggal di Jakarta. Kawan-kawan sekolah mereka semuanya di Sidney, tak seorang pun kawan di Jakarta. Maklum sejak preschool mereka sudah sekolah di Sidney. Anak ABC istilahnya. Australian Born Chinese.
Apalagi kini sebagai generasi muda, mana mau mereka diajak hidup di Jakarta. Mana betah? Berlibur beberapa hari saja mereka terus merengek mau segera kembali ke Sidney.
Akibatnya sang ibulah yang jadi korban. Pontang-panting ke sana kemari. Seperti orang naik oplet Jakarta ke Jatinegara. Tinggal terus di Sidney bagaimana “nasib” suaminya di Jakarta? Ganteng juga sih. Jadi kuatir jugalah kalau digait perempuan lain.
Sebaliknya, selagi di Jakarta terus terpikir bagaimana anak-anaknya di Sidney. Kini malahan ia sudah punya cucu. Lebih parah lagi, anaknya bekerja. Mau bayar baby sitter mahal.
Ketika ditanya, sampai kapan ia mau terus bolak-balik seperti kitiran begitu? Jawabnya pasrah, “Entahlah, selagi masih kuat saja.” Dikuat-kuatkan sajalah. Atau sampai suaminya pensiun. Setelah itu terserah dia. Mau ikut ke Sidney, OK. Atau mau tetap memilih tinggal di Jakarta, terserah dia. Nah lho, bisa gawat nih!
Itulah the sad side of the story bila tak punya banyak sahabat. Sendirian terus di rumah bisa setrip barangkali! Maka kata sahabat itu, yang penting punyailah banyak sahabat. Peliharalah sahabat yang ada. Tentu untuk itu diperlukan semacam biaya perkawanan. There is no such free lunch in the world. Especially during this damned global crisis era!
Banyak duit belum tentu menjamin kebahagiaan. Banyak kawan juga memang belum tentu pasti membahagiakan. Tetapi banyak sahabat minimal juga bakal banyak mengurangi kesepian di hari tua bukan?
Pembinaan sahabat memerlukan waktu yang sangat panjang. Lalu kenapa tidak dimulai dari sekarang? Selagi kau masih muda, kawan!
______________________________________________________________________________
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun, yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak
berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur..
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
TUHAN TAHU…
Posted in Family, Inspiring Story, Life, Motivation in Bahasa Indonesia, Motivational Poster by | No Comments »
Way to Heaven
July 28th, 2009 |
The reason many people have different opinions about the way to Heaven is because they have never heard the truth that is found in the Word of God, also called the Holy Bible.
The Holy Bible says, “For ALL have sinned, and come short of the glory of God;” (Romans 3:23)
The good news is that about 2000 years ago, Jesus Christ(God the Son), paid for everyone’s sins or wrongdoing by shedding His sinless blood while dying on a cross and then rising from the dead three days later. (1 Corinthians 15:3-4) God the Son came as a sinless human being in the person of Jesus Christ. (John 1:14, 10:33) (Colossians 1:14-20) Jesus said, “l am the way, the truth, and the life: no one comes unto God(The Father), but by me.” (John 14:6) Jesus Christ is our only way to God(The Father) in Heaven because everyone except Jesus was born with a sin nature that is bent away from God.
Jesus’ perfect life qualified Him to die in our place and pay our sin-debt in full.
The Holy Bible says, “that if you confess with your mouth the Lord Jesus and believe in your heart that God has raised Him from the dead, you will be saved.” (Romans 10:9) You should not wait until later to get saved because you may die before you have another chance and this will cause you to be forever separated from the love of God in a terrible place called the lake of fire. (Revelation 20:15) Heaven is described as a beautiful place where there will be no more tears, no more pain, no more sorrow, and no more death. (Revelation 21:4, 21:10-27)
If you want to be sure that you will go to Heaven after this life is over, then pray the following prayer with your mouth and from your heart right now to God and you will be saved.
Dear God(The Father), I agree with you that I am a sinner and I want to be saved. Dear Jesus Christ, I want to make you my personal Lord and Savior. Please forgive me of my sins or things I have done wrong in my life. Thank you, Jesus Christ, for paying for my sins with your sinless blood and dying on the cross for me. I now confess that you, Jesus Christ, are Lord(God the Son) and believe in my heart that God(The Father) raised you from the dead. In the name of the Lord Jesus Christ I pray, Amen.
If you just now allowed God to save you, then welcome to the family of God because you are now sealed by the Holy Spirit and a Heaven bound child of God. (Ephesians 4:30) The Holy Bible says, “In whom we have redemption through His(Jesus Christ) blood, the forgiveness of sins, according to the riches of His grace.” (Ephesians 1:7)
Posted in Family, Inspiring Story, Life, Uncategorized by | 2 Comments »
Tentang Perempuan dan Lelaki
July 25th, 2009 |
Tentang Perempuan dan Lelaki memang menyusahkan
TENTANG PEREMPUAN
Jika dikatakan cantik dikira menggoda,
Jika dibilang jelek di sangka menghina.
Bila dibilang lemah dia protes,
Bila dibilang perkasa dia nangis..
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis/kereta malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)
Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,
Tapi kenapa ya ….. lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga
Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah..
Bila di ajari mukanya merah,
Bila di sanjung mukanya merah,
Jika marah mukanya merah, kok sama semua? bingung !!
Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
Ditanya ya atau ya, jawabnya: diam,
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam, ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
Di bilang ceriwis marah,
Dibilang berisik ngambek,
Dibilang banyak mulut tersinggung,
Tapi kalau dibilang S u p e l
Wadow seneng banget..padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk engga senang
Padahal maksud kita sehat gitu lho
Dibilang kurus malah senang
Padahal maksud kita “kenapa loe jadi begini!!!”
Itulah PEREMPUAN makin kita (cowok) bingung makin senang DIA…
LELAKI MEMANG MENYUSAHKAN
Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu jatuh cinta padanya.
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.
Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya.
Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.
Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.
Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka.
Jika dia yang lebih pintar, dia bilang dia paling hebat.
Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.
Jika kamu beritahu dia masalahmu, dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.
Jika kamu cerewet pada dia, kamu dibilang seperti seorang pengasuh baginya.
Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia perhatian.
Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.
Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar !
Tapi kalo dia yang merokok ,dia adalah seorang gentleman, WUIIHHH..!
Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang perempuan kejam.
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu hanya karena kamu terlalu sensitif
dan terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!
What do u think??!!
Posted in Inspiring Story, Life, Motivation in Bahasa Indonesia by | No Comments »
Jangan Terlambat Mencintai
July 24th, 2009 |
Jangan Terlambat Mencintai
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang HP-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku.
Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.
Yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.
Jakarta , 7 Januari 2009 (dedicated to my friend….may you rest in peace…)
Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That’s why it’s called “present”.
Dikisahkan kembali dari
http://botefilia.com/index.php/archives/2009/01/07/perempuan-yang-dicintai-suamiku/
Terima kasih sudah mampir di site ini ….
:)
Posted in Family, Inspiring Story, Life, Motivation in Bahasa Indonesia by | 1 Comment »
Rich People Know The Limit of Speed
July 6th, 2009 |
I read a book that make us think for a moment and pondering what is the meaning of life ,this is an excerpt from Phil Callaway books, evenhe wrote almost ten years ago , But I think the content is still relevant to our daily life.
Most of us if given enough time to ponder, maybe know,
What makes our life rich, we know what make us happy, what makes us had an everlasting smile at our face.
The problem is , we are living our life too fast ,so that not we didn’t have a time to pay attention.
We are too busy doing our overtime work, chasing a deadline , breaking red light. and every thing that make our rich life is blurred
I don’t know you, but i am very tired taking escalator up and down ,
I am tired buys book about how o saving more money.
I am tired driving in a traffic jam, endless task list, and in the evening, just to take a microwave dinner.
Most of all this makes me afflicted because I have to change worthy matters with a non valuable matter all because i move my life in a speed of stress .
But how to slow down speed without having to leave race?
How to jump out from roller coaster without having to be crushed?
if you want to know more about this. . please comment, and subscribe to this blog , we shall discuss about this matter one after another. .
Posted in Inspiring Story, Life by | 3 Comments »
Jessica Cox- Great Motivation For All of Us
July 3rd, 2009 |
Jessica Cox, 25, a girl born without arms, stands inside an aircraft. The girl from Tucson , Arizona got the Sport Pilot certificate lately and became the first pilot licensed to fly using only her feet
Jessica Cox of Tucson was born without arms, but that has only stopped her from doing one thing: using the word “can’t.”
1-3
With one foot manning the controls and the other delicately guiding the steering column, Cox, 25, soared to achieve a Sport Pilot certificate. Her certificate qualifies her to fly a light-sport aircraft to altitudes of 10,000 feet..
2-2“She’s a good pilot. She’s rock solid,” said Parrish Traweek, 42, the flying instructor at San Manuel’s Ray Blair Airport .
Parrish Traweek runs PC Aircraft Maintenance and Flight Services and has trained many pilots, some of whom didn’t come close to Cox’s abilities.
4-1
“When she came up here driving a car,” Traweek recalled, “I knew she’d have no problem flying a plane.”
she even learn TaeKwonDo
Do not cry for not having shoes,
before you see a person without feet …
do not cry when facing beatable obstacles
before you see this unbeatable armless girl …
Share your opinion ……For we who still have a perfect and complete body
Even with her condition she can do all great things normal people can;t do
So, wouldn’t it be a great shame for us , if we are going to “give-up” when facing of life problem.
Posted in Inspiring Story, Life by | No Comments »
Tap Your Way to a Guilt-Free Life!
July 2nd, 2009 |
By Judith A. Wentzel, CTACC, EFT-ADV
eft works
Emotional Freedom Technique (or EFT) is a powerful energy technique that can transform the quality of your life or business, often sky rocketing you to achieving goals or greater business success.
This technique is easy to learn, works quickly and painlessly, and allows you to feel calmer and think more rationally. You are about to be introduced to the complete four step process of EFT as we apply it to an actual issue involving guilt.
When doing EFT, we use many of the same meridians or energy sensitive areas on the skin as with traditional acupuncture, only instead of using needles, we activate these spots by gently tapping on them with our fingertips while focusing on a particular emotion, problem or issue we wish to resolve or release, such as guilt.
Guilt can cause one to be moody, withdrawn, angry, sad, depressed, resentful, or have low self-worth. When you feel guilty, you may have difficulty accepting or giving affection or trusting others or yourself. You may avoid people, places or events. Over an extended period of time, guilt can be quite harmful, due to the added stress it exerts on the body. The results of long-term guilt may manifest as other symptoms such as weight gain or loss, headaches, irritable bowel syndrome, insomnia, digestive problems or ulcers, just to name a few.
When dealing with an issue such as guilt, EFT works remarkably well, especially when using the full four step process including the Nine-Gamut Procedure. I often refer to the Nine-Gamut Procedure as the “Gatlin Gun” of EFT, as it really blasts out those deep rooted emotions, allowing you to release feelings of guilt, anxiety, resentment, and betrayal much more rapidly than if you used the shorter or Basic Recipe of EFT.
The full EFT process has four steps:
1. The Set Up
2. The Reminder Phrase
3. The Nine-Gamut Procedure
4. The Reminder Phrase
Let’s use the four steps of EFT on someone who feels guilty about surviving an accident.
Step 1. The Set Up Phrase
The Set Up Phrase is where you initially identify your issue, problem or emotion. Once identified, you then measure it’s intensity (how strongly it effects you) using a scale from zero to ten, with zero having no effect whatsoever and ten being the most intense, uncomfortable feeling possible. Once you have found where your intensity is, jot this number down as you will refer back to it after doing the full procedure.
You will check your level of intensity or discomfort often as you use EFT to monitor your progress until you achieve a zero discomfort level for the particular emotion, issue or problem you are dealing with.
The standard Set Up Phrase is: “Even though I have this problem, I totally and completely accept myself.” Let’s break this statement down a bit further so you can see the role each part plays. The first part, “Even though I have this problem”, begins focusing your subconscious mind on the issue you wish to resolve or release.
The second part of the statement, “I totally and completely accept myself”, allows the subconscious mind to accept this issue and begin to release it. This is the portion that counteracts any potential resistance within you.
In step one, our Set Up Phrase would be: “Even though I feel guilty about surviving the accident, I totally and completely accept myself”. We would state this phrase three times while tapping the Karate Chop Point (see diagram).
When tapping, you generally tap with your dominant hand. If you are right handed, you will use all four fingertips of your right hand against the Karate Chop Point of your left hand during the Set Up, and use the index and middle finger tips to tap on the remaining nine meridians (or EFT points) using the full EFT four step process outlined below. You will tap approximately seven to ten times at each point – but don’t get hung up on counting the number of taps you do; as long as you continue tapping while stating your phrases, you will tap at least the required number of times.
To understand how hard to tap, imagine drumming your fingers across a table top. We have all done this, generally when bored. This is about how hard you will tap each point – just enough to make a nice bounce but not hard enough to hurt or bruise yourself. If you wear glasses, it is best to remove them while doing EFT so that you have easier access to the points around the eyes.
Step 2. The Reminder Phrase
After the Set Up, the next step is the Reminder Phrase. This is a scaled down version of the statement used during the Set Up. The Reminder Phrase we will use for this example will be, “This guilt about surviving the accident”. The Reminder Phrase keeps the subconscious mind focused in on the issue or emotion, allowing you to resolve or release it, and enabling you to feel more calm and relaxed.
State the Reminder Phrase while tapping each of the remaining EFT points, beginning at the top of the head and working down the body. You will tap each point using the index and middle fingertips of your dominant hand (except at the top of the head and under arm points where you will use all four fingertips).
Tapping points and Reminder Phrase used:
* Top of the head: “This guilt about surviving the accident.”
* Eyebrow Point: “This guilt about surviving the accident.”
* Side of the eye: “This guilt about surviving the accident.”
* Under the eye: “This guilt about surviving the accident.”
* Under the nose: “This guilt about surviving the accident.”
* Chin Point: “This guilt about surviving the accident.”
* Collarbone Point: “This guilt about surviving the accident.”
* Under the arm: “This guilt about surviving the accident.”
Step 3. The Nine-Gamut Procedure
It is after tapping the under arm point that you begin the Nine-Gamut Procedure. The Nine-Gamut Procedure is valuable to learn for more intense emotional issues such as such as guilt; generally several other intense emotions are involved with the issue as well.
The Nine-Gamut Procedure activates both sides of the brain, keeping the subconscious mind totally focused on the issue, which dramatically increases the effectiveness of EFT. It is probably one of the more strange looking procedures of all the energy techniques but is designed to stimulate various parts of the brain, thus yielding better results for EFT and greater release for the person. Looking at the tapping chart, you will see the Gamut Point, located between the knuckles of the little finger and ring finger and about ½ an inch down from the knuckles toward the wrist.
To start the Nine-Gamut Procedure, begin rubbing the Gamut Point using the fingertips of your index and middle fingers of the opposite hand while focusing on your issue, while doing the following:
* Close your eyes.
* Open your eyes.
* Move your eyes down and to the left.
* Move your eyes down and to the right.
* Roll your eyes in a full circle to the right.
* Roll your eyes in a full circle to the left.
* Hum a few bars of a tune out loud (you could use Happy Birthday, Row, Row Row Your Boat, Mary Had a Little Lamb, etc.)
* Count to five out loud.
* Hum a few bars of the tune out loud again.
Step 4. Reminder Phrase
After the Nine-Gamut Procedure, you repeat the Tapping Sequence using the Reminder Phrase once again (as in step 2):
* Top of the head: “This guilt about surviving the accident.”
* Eyebrow Point: “This guilt about surviving the accident.”
* Side of the Eye: “This guilt about surviving the accident.”
* Under the Eye: “This guilt about surviving the accident.”
* Under Nose: “This guilt about surviving the accident.”
* Chin Point: “This guilt about surviving the accident.”
* Collarbone: “This guilt about surviving the accident.”
Once you have completed the entire four step process, re-evaluate the intensity of your issue, noting any change, along with any new emotions or memories that may have come up. Pay attention to your body now. Do you notice any new sensations such as a tightness or heaviness anywhere? Perhaps you may feel nothing at all – that’s perfectly fine. If you do feel something such as nervousness or possibly a sick feeling in your stomach, this is another aspect of your guilt issue which needs to be addressed through additional tapping. Tune into your body and pay attention to any new sensations there as well.
With EFT, persistence is the key to successfully releasing and resolving an issue or emotion. Pay attention to your body and how you feel. Note any new emotions or memories that may have surfaced and apply EFT to those feelings or memories, then reassess your level of intensity. If you find nothing and feel no intensity, congratulations, your work on this issue is complete for now. If any remains, repeat the procedure, using “This remaining guilt” as your issue in both your Set Up and Reminder Phrase. Continue until you achieve a level of zero intensity.
Once an issue has been completely resolved, it is often resolved permanently. However, there may be other aspects of an issue that will come to the surface at a later date. If and when they do, simply apply the procedure to them until they are resolved as well.
Now you have the basics behind using the full four-step procedure of EFT. Once you have learned this technique, you are empowered with the ability to self-treat whenever the need arises. You no longer need to suffer through bouts of anger, guilt, jealousy, or any other negative emotion. EFT gives you back the freedom over your emotions and allows you to literally transform the quality of your life.
Good luck and happy tapping!
Disclaimer: While EFT has been used by thousands of therapists, nurses, social workers, psychologists, doctors, and individuals worldwide with exceptional results and minimal negative side effects, this does not mean that you will not experience any side effects. If you use EFT on yourself or others, you are advised to take full responsibility for yourself and the treatment.
Posted in Life by | No Comments »
No comments:
Post a Comment