Memasuki Relung Hati Para Pelaku Bisnis
January 30th, 2010 |
(oleh Arbono Lasmahadi)
Muhamad Yunus, seorang Doktor Ekonomi lulusan Amerika Serikat. Pada awalnya dia sangat antusias untuk mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan kepada para mahasiswanya. Belakangan dia merasa bahwa hal-hal yang diajarkannya ternyata hanyalah rekaan semata yang tidak memberikan makna kepada kehidupan manusia. Di sekeliling kampus tempatnya mengajar, dia menemukan banyak orang-rang miskin yang sedang menantikan kematiannya, dan dia menganggap ilmu ekonomi yang ia ajarkan tidak dapat membantu mereka, kaum papa.
Puncak dari perubahan hidupnya terjadi, saat dia bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu. Setelah berdiskusi panjang dengan pembuat bangku tersebut, dia menemukan bahwa sang wanita itu hanya memperoleh keuntungan 2 penny Dolar Amerika untuk hasil kerja kerasnya dan untuk sebuah bangku bambu yang cantik. Bagaimana mungkin hal ini terjadi?
Wanita itu kemudian menjelaskan kepadanya bahwa keuntungan yang kecil ini terjadi karena dia tidak mempunyai cukup modal untuk membeli bambu, untuk membuat bangku. Akibatnya dia harus membelinya dari seorang pedagang. Pedagang inilah yang kemudian membuat aturan bahwa wanita itu harus menjual hasil karyanya kepada pedagang itu, dengan harga yang ditentukan oleh pedagang tersebut. Peristiwa itulah yang telah mengusik hati nuraninya dan mendorong dirinya pada akhirnya untuk membangun sebuah bank yang khusus membantu dan melalayani kaum papa di Bangladesh.
Lewat perjuangan panjang dan tidak kenal lelah, Karena adanya keengganan dari bank bank swasta yang ada untuk membantu, Muhamad Yunus akhirnya berhasil mendirikan Grameen Bank di Bangladesh,berkat bantuan dari Pemerintah Bangladesh. Sebuah bank yang hidup dan berkembang dengan cara memberikan pinjaman uang kepada orang-orang miskin yang hidup di desa-desa di Bangladesh. Grameen Bank,sekarang telah berkembang pesat dan beroperasi di 46.000 desa di Bangladesh, dan mempunyai 1.267 kantor cabang dan 12.000 karyawan.
Bank ini telah mampu menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari 4.5 milyar Dolar Amerika, dalam bentuk pinjaman yang besarnya antara lain sekitar 12-15 Dolar Amerika, dengan rata-rata pinjaman 200 Dolar Amerika. Bank ini bahkan telah mampu memberikan pinjaman kepada para pengemis agar tidak lagi mengemis, dan untuk mulai berupaya berdagang, sebagai mata pencahariannya.
Kondisi yang mirip terjadi pada Mats Lederhausen, seorang profesional muda yang meraih puncak karir pada usia 30-an. Chief Executive sebuah perusahaan cepat saji dunia McDonald yang mempunyai cabang di Swedia ini pernah mengalami dilema karir. Mats tidak bahagia dengan kendati keluarganya harmonis dan berkelimpahan uang .
Ia gamang dengan pekerjaan yang ditekuninya dan ingin hidupnya menjadi lebih bermakna dengan berupaya secara aktif untuk terlibat dalam kegiatan perbaikan lingkungan. Hal itu secara nyata belumlah dilakukan dengan baik oleh perusahaan tempatnya bekerja. Hingga ia merasa bahwa kerja kerasnya selama 13 jam sehari, tidak memberikannya arti bagi kehidupannya, karena dia tidak mengabdikan dirinya pada hal-hal yang sangat dia pentingkan.
Kondisi ini yang membuat Mats mengambil keputusan untuk membuat surat kepada pimpinan perusahaannya di Amerika Serikat, yang berisi keprihatinannya atas ketidak-pedulian perusahaan atas permasalahan lingkungan hidup. Kejutan terjadi, karena Mats ternyata diundang untuk mempresentasikan gagasannya di kantor pusat di Chicago, dan kemudian diangkat menjadi Vice President Strategy , yang bertanggung jawab untuk membantu perusahaan dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kepedulian sosial.
Peristiwa yang terjadi pada baik pada Mats Lederhausen dan Muhamad Yunus menggambarkan apa yang disebut sebagai adanya Kecerdasan Spiritual pada diri mereka. Kecerdasan spiritual adalah, sebuah kecerdasan yang memberikan kesadaran bahwa hidup mempunyai dimensi yang lebih dalam ketimbang sekedar menghabiskan waktu untuk memupuk modal material. (Zohar & Marshall, 2004). Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya The 8th Habit – From Effectiveness to Greatness (2004), Kecerdasan Spiritual adalah pusat dan dasar dari semua kecerdasan yang ada (Fisik, Mental, dan Emosional), karena menjadi sumber petunjuk bagi ketiga kecerdasan tersebut.
Kecerdasan spiritual mewakili dorongan kita untuk memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkan kita dengan Sesuatu yang Maha tanpa batas atau Maha tak terhingga. Ia juga dapat membantu kita untuk melihat prinsip-prinsip kebenaran yang juga merupakan bagian dari hati nurani kita. Dalam bukunya SQ : Connecting with Our Spiritual Intelligence, Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan “Tidak seperti halnya IQ (Kecerdasan Intelektual) , yang dimiliki oleh komputer, dan EQ (Kecerdasan Emosi) yang dimiliki oleh mamalia tingkat tinggi, SQ (Kecerdasan Spiritual) secara unik hanya ada pada manusia, dan menjadi dasar yang paling penting bagi ketiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual menghubungkan kebutuhan manusia untuk memperoleh makna dalam kehidupannya , sebuah isu yang sangat berkaitan dengan bagian depan dari otak manusia….. .”
Kecerdasan spiritual, saat inipun telah memasuki relung-relung dunia bisnis, dengan semakin berkembangnya spiritualisme di kalangan para pimpinan puncak perusahaan-perusaha an besar di dunia. Sebagai buktinya adalah kisah-kisah berikut
A. Soichiro Honda (pendiri Honda)
Soichiro Honda adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa Honda, yang memimpin 43 perusahaan yang berada di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah yang sederhana. Satu-satunya hobi yang amat disukainya adalah melukis di atas kain sutera. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusahan sendiri dan hidup mandiri.
B. Kyoto Ceramics
Perusahaan besar yang bergerak di bidang semi-konduktor yang mampu mencapai omzet 400 juta Dolar Amerika dalam setahun. Keuntungan bersihnya setelah dipotong pajak adalah 12 %. Cara hidup pemimpinnya adalah amat sederhana, yaitu ” memandang rendah kemewahan”.
C. Konosuke Matsushita
Konosuke Matshushita adalah pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita. Selain sebagai enterpreneur, beliau adalah juga seorang pendidik dan filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Di akhir hayatnya, dia menyumbang 291 juta Dolar Amerika dari saku pribadinya dan 99 juta Dolar Amerika dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia meninggal pada usia 94 tahun. Semboyan bisnisnya adalah ” Life isn’t only for bread” atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.
D. Forum Diskusi Kepemimpinan – Harvard Business School Pada tanggal 11-12 APRIL, 2002, Diadakan pertemuan para pimpinan puncak perusahaan internasional dari berbagai jenis perusahaan yang membahas topik ” Does Spritiuality Drive Success ?” Mereka membahas nilai-nilai spiritual yang mampu membantu mereka menjadi “powerful leaders”. Pada akhir diskusi, mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal, yaitu :
1. Integritas dan kejujuran
2. Energi atau semangat
3. Inspirasi atau ide dan inisiatif
4. Wisdom atau kebijaksanaan
5. Keberanian dalam mengambil keputusan.
Semua sepakat dan setuju bahwa spiritualisme tebukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader.
E. Bill Gates
Bill Gates menyerahkan +/- 40 % pendapatannya untuk PBB. Dia lebih suka berbicara tentang kepeduliannya terhadap kemanusiaan, ketimbang berbicara tentang penghasilan dan keberhasilannya.
F. Herman Arif – Vice President Sebuah perusahaan besar Ia sangat peduli kepada nasib anak yatim piatu. Ia membelikan susu untuk anak-anak para korban banjir, dan memasukkan anak korban banjir yang sakit di Rumah Sakit Pondok Indah, pada kelas VIP.
G. Rahmat (bukan nama sebenarnya)
Rahmat adalah pemilik properti raksasa di bilangan Pondok Indah. Nilai-nilai positif yang berusaha diterapkan di perusahaan miliknya terbilang unik. Ia sangat memperdulikan nasib seluruh karyawannya dan nasib fakir miskin yang senantiasa dia santuninya. Sikap disiplinnya yang sangat tinggi begitu terpancar dari caranya mengelola perusahaan, disamping sikapnya yang lain yang senantiansa memegang teguh kepercayaan. Ketiga sikap tadi, seperti peduli sosial, cinta kepada karyawan, dan disiplin tinggi, telah menjadikan grup usahanya mampu meraih sukses, walaupun dunia usaha sedang dilanda krisis. Sikap ini telah mengantarkannya pada garis orbit spiritual.
Kalau kita perhatikan pada kisah-kisah di atas, maka baik Soichiro Honda, Matsushita, Bill Gates, Rahmat maupun Herman Arief sebenarnya adalah para pelaku bisnis. Namun nampaknya semua perhitungan bisnis, perilaku usaha, serta sikap pofesionalismenya hanya tertuju pada nilai-nilai spiritual.
Nilai-nilai ini mungkin tidak mereka sadari, seperti kesederhanaan, kasih sayang yang tulus,kejujuran, kepedulian, kebersamaan , dan kesetiaan. Mereka memaknai nilai-nilai kehidupan bukan pada materi atau jumlah uang yang berhasil mereka kumpulkan, justru pada pencapaian nilai-nilai spiritual.
Pada tahun 1990 Michael Persinger seorang ahli saraf telah berhasil membuktikan tentang eksistensi God Spot pada otak manusia . Hal ini kemudian diperkuat lagi oleh V.S. Ramachandran dam timnya dari California University pada tahun 1996, yang menyatakan bahwa God Spot atau pusat spiritual ini sudah “built in” pada otak manusia. Pada era tahun 1996, seorang ahli saraf Austria Wolf Singer menunjukkan bahwa pada dalam otak manusia ada proses saraf yang mempersatukan dan memberi makna pada pengalaman hidup kita.
Jaringan saraf tersebut mengikat pengalaman berharga kita, dan mendorong kita untuk hidup lebih bermakna. Temuan ini disebut sebagai The Binding Problem. Dan memang pada kenyataannya , banyak diantara para pengusaha dan profesional , justru merasa hidupnya lebih bermakna, ketika sedang memberi dengan penuh kasih sayang; ketika bersikap peduli pada sesama; berlaku jujur pada orang lain dll; dan melakukan semuanya itu bukan karena uang, nama, atau jabatan.
Perasaan lebih bermakna seperti tersebut di dalam cuplikan cerita di atas pada dasarnya adalah kebahagiaan spiritual. Menurut Ary Ginanjar Agustian, pada dasarnya ada 4 macam kebahagiaan yang dirasakan manusia, yaitu :
1. Kebahagian Material adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh materi yang diinginkannya; misalnya uang, mobil, rumah, pakaian, dan sebagainya
2. Kebahagiaan Intelektual adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh tingkat ketrampilan atau pengetahuan tertentu yang ia cita-citakan; misalnya memperoleh gelar Sarjana, Master, Doktor, dan sebagainya
3. Kebahagian Emosional adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat memperoleh pengakuan atau penghargaan atas upaya yang dilakukannya; misalnya memperoleh penghargaan sebagai karyawan terbaik, memperoleh penghargaan sebagai karyawan berprestasi terbaik, hasil kreasinya diakui oleh banyak orang, dan sebagainya.
4.Kebahagian Spiritual adalah kebahagiaan yang dirasakan seseorang saat ia dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membutuhkan; seperti memberi materi, kasih sayang, perhatian, kepeduliaan dan sebagainya.
Dari penjelasan di atas terlihat perbedaan yang paling mendasar antara kebahagiaan spiritual dan 3 kebahagiaan lainnya (materi,intelektual dan emosional) adalah pada memberi dan menerima. Kebahagiaan Spiritual diperoleh saat kita memberi kepada orang lain,sedang 3 kebahagiaan lainnya akan diperoleh saat kita menerima sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan.
Demikianlah sekelumit tulisan pendek mengenai kecerdasan spiritual yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga dapat menjadi bahan referensi yang berharga bagi kita semua (Arl)
Posted in Inspiring Story, Life, Motivation in Bahasa Indonesia by | 1 Comment »
Maria & Yusuf..
December 20th, 2009 |
Rata-rata pembaca pasti telah tahu, hafal atau bahkan mungkin bosan mendengar cerita Maria dan Yusuf menjelang Natal
yang dari kecil sekolah minggu apalagi, setiap tahun akan diulang-ulang.
Dari Khotbah hari ini , ada yg menarik yang ingin saya bagikan juga buat para pembaca
Maria dari sisi manusia pastinya akan merasa , tidak tenang, gelisah dan semua perasaan seorang gadis akan alami.
Dia dikabarkan oleh malaikat akan mengandung bayi Yesus.
Semua manusia normal di bumi ini akan secara spontan menolak atau resist terhadap kenyataan yang ada.
Tetapi Yusuf – tunangannnya Maria , tetap bersedia mendampingi sampai Maria melahirkan bayi Yesus itu.
Coba kita pindahkan ke dunia saat ini
Anda sebagai orang tua punya anak lelaki dan anda tahu mereka akan merencanakan pernikahan kira-kira setahun dari sekarang.
Suatu hari, anak laki-laki anda datang dan berbicara..
“Bu, saya mau pernikahan kita dimajukan.. ….”
Lantas kita jawab , “Kenapa memangnya ………..”
Si anak menjawab lagi ” Karena tunangan saya sudah hamil ………..”
Sebagai orangtua kita pastinya akan marah sekali kepada si anak…………
Tapi, si anak belum selesai dengan perkataannya ……….
Tapi…….. Hamil nya bukan oleh saya , Bu……
Kembali sebagai manusia normal, kita sulit menerima kenyataan ini ..
Tapi Maria dan Yusuf taat kepada apa yang harus mereka jalankan untuk membuka jalan bagi Juruselamat kita.
Maria menyimpan ribuan pertanyaan bahkan sampai pada saat Tuhan Yesus harus dinaikkan di atas kayu salib.
untuk menebus dosa kita.
Excerpt from Sunday service gktlpg
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Ascertain The Secrets Thats Revealed Why You Necessary Enlarge Your Present Genius IQ
September 13th, 2009 |
Mounting your genius iq is a theme that a huge number of people would love to can be pleased about the secrets to. The key is that genius iq boost in value is both easy and natural if you appreciate the reasons how and why. Below, you could find some reasons as to why you necessitate augment your genius iq in the 21st century:
1. A larger genius iq helps you exceed exams and achieve accomplishment in academics by saving you time and reducing the effort required.
There are many students out there who study very hard, only to end up with C grades even though their efforts. The hassle was not the endeavor they put in. The problem was this IQ and intelligence level. Unfortunately, the moldy truth is that they did not possess the brain capacity to reach those higher grades. When you take the steps to enlarge your genius iq you will reduce the time taken to revise because you are learning things quicker, release up plenty of hours most any week to follow a bigger amount of pursuits and passions.
Discover a simple and easy ways to save money the next time you need a tutorial. Shoot into Dr.AzharDaud’s 17 years as a master self motivator and get his free special report by clicking here now–>genius gifted
2. A high genius iq brings you more success in industrialized by helping you analyse harms and decrease engineering payment.
When you are more intelligent, you will have the mental capacity to understand complex manufacturing harms, and devise solutions. The ultimate solutions in industrial are to decrease market value and increase profits. You might also be proficient to clearly express your ideas to clients and win a good amount manufacturing. It is a tool which is after that invaluable in economy affairs.
3. Having a better genius iq brings you respect from your peers and others.
Higher intellect allows you to have interesting debates and conversation in your peers which brings you the respect and reverence you be worthy of. Your social life too benefits greatly, since constructing friends and climbing respect gets quick and easy through your increased creativity and wit. In opposition, low intellect can experience you ridiculed and bullied by those around you, meaning it takes longer to find the friends you want.
4. It helps you to bear in mind things and devise the affirmatory way of acting in a situation.
Having an flawless memory is an excellent tool to have in your life. It helps you to remain sharp and alert to all situations, and is the ultimate explanation to reducing the hassle of forgetfulness. Being highly intelligent also gives you to see the thing and the lies in a situation, so you can take the best course of action.
Don’t waste your time and money. Discover a simple and easy ways to save money the next time you need a tutorial. Get the reveal that is not a secret anymore into Dr.AzharDaud’s 17 years as a master self motivator and get his free special report by clicking here now–>genius range
5. It helps you to complete your dreams and become a genius.
The reality of the measure is that there is no one out there who can say that having a low intelligence is desirable or favorable. It is dede better in every single way to be intelligent. When you are intelligent, you possess the mental capacity to act effectively towards your goals and do them in the quickest time possible. People who possess low aptitude run the risk of not achieving their goals in life or taking far too extensively to even devise a plan of action towards it. You only have one time in life so it is treasured we make the right choices here.
6. A higher genius iq saves you long time and effort in your life in general.
Just think of the number of hours you is able to have a collection of on a weekly rationale by being more mentally efficient and alert. You would free up so much time to follow the pursuits you enjoy. Your life must become free of hassle, as your newfound cleverness has taken all the strain away, and left you with the time you need to recreate your true pursuits. You will also dissolve life’s frustrations such as the attempt and hassle engaged in hassle solving, academic endeavours and all mental computational tasks.
The Final Results
When you verify your genius iq, you are allowing yourself the freedom and time to live the life you desire. Whatever end you may have, know that you can reach it with a higher genius iq. This is too met with success in academics, developed, family and friends. It is at that moment your duty as an intelligent being to be as the best as possible.
Its Not a secret anymore. Its reavealed a simple and easy ways to save your money the next time you need a tutorial. Shoot into Dr.AzharDaud’s 17 years as a master self motivator and get his free special report by clicking here now–>genius level
Posted in Inspiring Story by Life Guru | 1 Comment »
Goal Examination
August 26th, 2009 |
Some people, in working toward a goal, find themselves seized by inertia when it comes time for action.
If this should happen to you, despite the small graduated steps, then it may be time to reexamine your goal.
Consider how important it actually is and then either discard the goal (and replace it with a more suitable one) or continue the steps with a renewed sense of value of achieving it.
(Fitzhugh Dodson)
Tag Goal Examination Fitzhugh Dodson
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Overcoming Obstacles
August 26th, 2009 |
Road blocks, detours, barricades, setbacks, and dilemmas are a part of our every day lives, no matter how smart, rich, or accomplished we may be. I sure try my best to avoid them, but there always seems to be some challenge or battle to overcome.
How do you deal with obstacles that cause you to wonder which way to go, or which way to turn? Ever say to yourself, “Am I on the right road or am I heading for a road block, or even a crash?”
The worst thing we can do is freeze and do nothing. Activity and the courage to keep trying are key to overcoming inertia. This is true even though we may not be 100% sure that our actions are the best.
“Everyone who achieves success in a great venture, solved each problem as they came to it. They kept going regardless of the obstacles they met (W. Clement Stone).”
“We know how rough the road will be, how heavy the load will be, we know about the barricades that wait along the track, but we have set our soul ahead upon a certain goal ahead and nothing left from hell to sky shall ever turn us back” (Vince Lombardi).
Chart your course. Stay focused on the goal. Keep going! Keep moving! Knock off each obstacle one at a time. You can do it!
David Croston
Motivational Concepts and Training
Tag Overcoming Obstacles David Croston goals
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Keep Moving Forward
August 26th, 2009 |
Around Here, Whatever, We don’t look backwards for very long.
We keep moving forward, opening up new doors, and doing new things.
Because We’re curious…
And curiosity keeps leading us down new paths.
Walt Disney
Tag Keep Moving Forward Walt Disney
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Turn On the Spotlight
August 26th, 2009 |
How many of you have been in a pitch black room before, trying to move or walk, but cannot see what lies ahead. As a result, you move in very slow, short steps in order to avoid injury. When in the dark, you are cautious, uncertain, and unaware of the best direction to turn. You may have a sense of where you are going, but it is hit and miss and you can end up grabbing at shadows.
It is no longer necessary for you to be living in the dark. No more moving about with uncertainty. You do not have to be living a hit and miss life, or grabbing at shadows. Your life is much too important to be shuffling in the dark.
TURN ON THE SPOTLIGHT to what your current situation is. Is your life out of balance in some way? Evaluate what it is that you want to change or make different. Think of what would be your ideal scene, then make it happen. Go after it! Move toward what you want, and do it on a daily basis.
TURN ON THE SPOTLIGHT and begin to advance confidently in the direction of your dreams. Focus and zero in on your vision for life. Visualize each day as happy, productive, and fulfilling.
Keep the spotlight shining!
“The difficulties you meet will resolve themselves as you advance. Proceed, and light will dawn, and shine with increasing clearness on your path”. (D’Alembert)
Tag Turn On Spotlight life
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Life
August 26th, 2009 |
“Be happy while you’re living, for you’re a long time dead.” – Scottish Proverb
Everyone says, “How the time flies.” The days go by and they are years, and the years finally become our whole life. Each daily portion can be wasted, or it can be a pleasure, before it is gone forever. If a bedtime review of the day concludes that we were too stressed, too busy, didn’t accomplish anything, didn’t have any fun, then it has been another lost piece of precious life.
Perhaps we are putting off our enjoyment until we have more time, or money, or some other improved condition. The trouble with that is that it might never happen, or it may be too long in coming. It’s so important to accept this time, this very minute, as something of tremendous value that will very soon be gone forever. There are many ways to ensure that we make the best of our time here on earth.
In our daily routine let’s include time to enjoy others and thus ourselves. Look and wonder at the trees, fields and mountains, smell the flowers, hear the birds, and watch the clouds in the sky.
“This world, after all our science and sciences, is still a miracle; wonderful, magical and more, to whosoever will think of it.” – Thomas Carlyle (1795-1881)
Face your problems bravely, confidently, and improve on your situation, no matter what state it be in. Be good to feel good. Be active and improve your mind. Laugh, relax, and sleep well.
Life is mostly froth and bubble; Two things stand like stone: Kindness in another’s trouble, Courage in our own. – Adam Gordon (1833-1870)
Tag Life miracle wonderful magical good
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Worry
August 26th, 2009 |
The harm that worry causes in our lives has been well documented by health professionals and others. Worry can weaken and sicken us, and make our days unbearable. At the very least, it prevents us from living fully and happily the only life that we will ever have. At its worse, it can destroy us.
“A god, invisible but omnipotent. It steals the bloom from the cheek and lightness from the pulse; it takes away the appetite and turns the hair gray.” – Benjamin Disraeli (1804-1881)
It does a lot more than that, Benjamin!
But the worry disease can be cured and it certainly can be reduced. Of course it requires a change in our thinking – how to view and react to situations. Worrying over things that ‘might’ happen can waste large portions of our lives, considering that so often it is for nothing, and almost certainly does no good.
“If you can solve your problem, then what is the need of worrying? If you cannot solve it, then what is the use of worrying?” – Shantideva
Worrying about things that have happened will not turn back the hands of time to give you another try at doing it right. So that is a waste of time too. So many of our anxieties and fears are for nothing. Most of the rest can simply be discarded because worrying just isn’t going to do any good. So let’s spend our time thinking about the good and pleasant things in our lives, and move on in a peaceful and contented state of mind.
“I think these difficult times have helped me to understand better than before how infinitely rich and beautiful life is in every way and that so many things that one goes around worrying about are of no importance whatsoever.” – Isak Dinesen
A program to become knowledgeable on the subject of worry, through reading and other instruction, can help in turning our lives around. A life filled with contentment and lacking stress and worry are the goals to be achieved.
It’s never too late to start eliminating worry.
Tag Worry start solve worrying
Posted in Inspiring Story by | No Comments »
Negative thinking leads to negative assumptions!
August 26th, 2009 |
Most people aim at nothing and hit it accurately. Manypeople who do plan, plan, and plan some more, never reach their goals. Others plan, take action, and seem to succeed without much struggle. Why do some people fail while others succeed?
Success is achieved by planning action and taking action. However, before defining goals and putting together an action plan, it is important to do a self-evaluation. This evaluation must extend deep in one’s attitude.
Now I am not saying that having a good attitude will bring you success. What I am saying is that your attitude must be in line with the results you want to achieve. you must examine your inner self and know why you are striving for the goals you say you want to achieve.
Build your attitude positively from the inside out. Begin by building a sustainable motivating attitude. Plan your goals around your strengths and build on your personal confidence in all you do. Over time, you will find yourself achieving more.
TIP – Do not internally focus on the negative, focus on what you can achieve. When one focuses on what can go wrong or what is going wrong, they tend to dig themselves deeper in a pool of negativity and non-accomplishment. Positive thinking and positive doing will nurture you toward success.
No comments:
Post a Comment